Tugas 1 Etika Profesi

Etika Profesi

(Ira Humaira 07110042)

A. Pemahaman tentang etika

Etika berasal dari bahasa yunani yaitu “ethos” yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan di mana etika berhubungan erat dengan konsep individu atau kelompok sebagai alat penilai kebenaran atau evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan seperti benar, salah, baik, buruk , dan tanggung jawab.

Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelas­kan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut:

  • Terminius Techicus, etika dipelajari untuk mengetahui masalah tingkah laku manusia
  • Manner dan Custom, etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.

Terdapat dua macam etika dalam kaitan dengan nilai dan

a. Etika Deskripti

menjelaskan secara nyata dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan san sikap yang mau diambil.

b. Etika Normatif

Menjelaskan tentang norma-norma yang menuntun perilaku manusia serta memberi penilaian dan hiambauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya.Jadi etika normatif memberikan petunjuk bagaimana manusia harus hidup secara baik dan menghindari diri dari yang buruk.

Etika :

ilmu kritis yang mempertanyakan dasar rasionalitas sistem-sistem moralitas yang ada. Dengan kata lain, etika akan bertanya mengapa ajaran moral mengatakan ini boleh dan ini tidak boleh, apa dasar saya harus mengikuti tuntutan itu dan menolak tuntutan yang lain. Dengan demikian etika justru membuat kita tanggap terhadap situasi dan berbagai tuntutan dan nilai moral. Etika juga menjadikan kita mengerti mengapa kita harus mengikuti ajaran tertentu dan menjadikan kita mengerti mengapa kita harus menolak ajaran yang lain.

Etiket :

Dua istilah, yaitu etika dan etiket dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang diartikan sama, dipergunakan silih berganti. Kedua istilah tersebut memang hampir sama pengertiannya, tetapi tidak sama dalam hal titik berat penerapan atau pelaksanaannya, yang satu lebih luas dari pada yang alin.

Istilah etiket berasal dari kata Prancis etiquette, yang berarti kartu undangan, yang lazim dipakai oleh raja-raja Prancis apabila mengadakan pesta. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah etiket berubah bukan lagi berarti kartu undangan yang dipakai raja-raja dalam mengadakan pesta. Dewasa ini istilah etiket lebih menitikberatkan pada cara-cara berbicara yang sopan, cara berpakaian, cara menerima tamu dirumah maupun di kantor dan sopan santun lainnya. Jadi, etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan.

Dalam pergaulan hidup, etiket merupakan tata cara dan tata krama yang baik dalam menggunakan bahasa maupun dalam tingkah laku. Etiket merupakan sekumpulan peraturan-peraturan kesopanan yang tidak tertulis, namun sangat penting untuk diketahui oleh setiap orang yang ingin mencapai sukses dalam perjuangan hidup yang penuh dengan persaingan.

.Persamaan antara etika dengan etiket yaitu:

a)Etika dan etiket sama-sama menyangkut perilaku manusia.

b)Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normative, yang artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Justru karena sifat normatif ini kedua istilah memang sering gampang dicampuradukkan.

Perbedaan etika dan etiket

a)Etiket berkaitan dengan cara suatu perbutan yang harus dilakukan. Misalnya jika anak melawan kepada orang tuanya. Dia akan dianggap melanggar etiket. Jadi etiket adalah tata krama atau sopan santun. Di dalamnya terkandung kumpulan cara-cara sikap bergaul yang baik diantara orang-orang yang telah beradab.. Etika tidak terbatas pada cara yang dilakukan dalam suatu perbuatan. Etika justru memberi norma tentang suatu perbuatan boleh dilakukan atau tidak. Jadi etika justru menyangkut perbuatan itu sendiri, sementara etiket berkaitan dengan cara suatu perbuatan dilakukan.

b) Etiket hanya berlaku dalam interaksi dengan sesama. Dengan kata lain bila tidak ada orang lain yang hadir dan melihat sebagai saksi mata dalam melakukan perbuatan, maka etiket sebenarnya tidak berlaku. Etika tidak bergantung akan hadirnya saksi, karena etika sendiri merupakan nilai yang menjadi norma dan mendasari suatu tindakan.

c) Etiket bersifat relative, yang artinya bisa berlaku dalam tempat, budaya, situasi tertentu namun tidak sama dalam tempat, budaya dan situasi yang lain. Etika jauh bersifat mutlak, kerana berlaku disetiap tempat, kebudayaan dan situasi serta tidak bisa ditawar-tawar atau diberi dispensasi.

d) Etiket memandang manusia hanya dari segi lahiriah saja, sedangkan etika justru menyangkut manusia dari segi mendalam. Orang bisa saja mengikuti tata cara secara penuh dan diperlihatkan dalam tindakan, akan tetapi batinnya justru penuh dengan kebusukan, banyak orang yang nampaknya baik akan tetapi justru melalui kebaikan yang ia tunjukkan dia justru mempunyai rencana yang jahat.


ETIKET

ETIKA

Relative

Memakai pakaian terbuka bagi budaya timur tengah tidak diperbolehkan tetapi bagi budaya barat itu hal yang biasa.

Mutlak

’Jangan berzina’, ’Jangan selingkuh’, ’Jangan memfitnah’ merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar atau mudah diberi ’dispensasi’

Formalitas

Seorang mahasiswa berpakaian rapi dan sopan ketika kuliah, tapi dianggap tidak beretiket jika kekampus memakai baju yang tidak sopan, seperti baju kepantai

Nurani

’Berbicara kotor’ tidak pernah diperbolehkan. ’Jangan berbicara kotor’ merupakan suatu norma etika. Tidak peduli orang berbicara kotor pada orang yang dikenal maupun orang tak dikenal.

Lahiriah

Hanya terlihat wujud nyata dan penampilan. Contoh: cara berbicara

Batiniah

Menyangkut sifat batin dan hati nurani. Contoh; sifat jujur, dll.

Cara

Seorang mahasiswa yang berbicara dengan sopan kepada dosennya

Niat

Seorang mahasiswa yang menjadi bendahara mencatat pengeluaran keuangan dengan sejujur jujurnya

  1. Penjelasan kenapa orang yang beretiket bisa munafik dan orang yang beretika tidak.

Dalam penjelasannya etiket yaitu cara bertatakrama dan bersopan santun dalam pergaulan sehingga etiket hanya memandang dari segi lahiriah dan formalitas saja berbeda dengan etika,yang merupakan pedoman tentang cara hidup yang benar yang bersifat bathiniah dan lahiriah dilihat dari sudut pandang Adat Budaya, Kesusilaan dan Agama. Sehingga etika lebih dianggap merupakan wacana yang normatif (=berpegang teguh pada norma)

Contohnya dalam kehidupan sehari hari orang yang beretika tidak  munafik:

1. Pengacara yang benar-benar berkata jujur

2. Polisi yang benar-benar membela kebenaran

3. Hakim yang memutuskan secara adil, tanpa dipengaruhi uang suap. Jika seorang hakim tersebut hanya memiliki etiket dan tidak beretika tentu dia akan membuat keputusan tanpa sepengetahuan orang lain dia telah menerima uang suap.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.